Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia

Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia

Istilah mudik erat kaitannya dengan lebaran atau hari raya Idul Fitri, namun sebelum masuk ke tips aman saat mudik, mimin mau kasih tahu asal mula tradisi mudik di Indonesia. Jadi adakah pembaca kasihcara sampai sekarang ada yang sering mudik tiap lebaran tapi belum tahu asal kata “mudik”?

Tenang, jangan cemas jangan khawatir!!!
Mimin kasih tahu nih,

Jadi kata “mudik” itu berasal dari kata bahasa Jawa Ngoko (tidak halus) yaitu mulih dilik atau mulih disik yang artinya pulang sebentar yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan lebaran. Saat ini banyak yang mengaitkan mudik dengan istilah udik yang erat kaitannya dengan kampung, desa, atau tempat yang pelosok. Saat itu juga mulai muncul istilah mulih udik yang berarti pulang kampung saat lebaran.

Sejarah mudik lebaran di Indonesia pertama kali muncul?

Sejarah tradisi mudik Lebaran di Indonesia sebenarnya sudah dilakukan oleh petani jawa dari dulu sebelum zaman kerajaan majapahit yang sudah merantau kemudian pulang ke kampung halaman untuk resik atau membersihkan makam para leluhurnya dan berdoa meminta keselamatan dalam mencari rezeki. juga masih dilakukan khalayak masyarakat sekarang yang berziarah kubur saat mudik atau saat Idul Fitri. Walaupun tidak ada perintah dan larangannya, bagi umat islam mendoakan keluarga atau kerabat yang sudah meninggal di hari penuh ampunan dan suci akan terasa lebih bermakna. Justru akan semakin bermakna sebelum bermaaf-maafan dengan orang lain , jika kita menyempatkan berkunjung ke makam orang tua yang sudah meninggal dengan berkirim doa dan hikmahnya adalah meningkatkan level keimanan kita tentang kematian.

Namun dari informasi yang mimin dapat, sejarah mudik berkembang sekitar tahun 1970-an.

Ketika itu, jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia dengan perkembangan paling pesat karena segala sistem pemerintahan berpusat di jakarta.

Bagi penduduk di daerah, harapan mereka sangat besar untuk mencari pendapatan dan nafkah di jakarta. Penduduk dari daerah atau pedesaan berbondong-bondong ke kota (jakarta) atau sering kita sebut dengan urbanisasi dengan satu tujuan yaitu memperbaiki kehidupan menjadi lebih layak .

Kapan para pencari nafkah di Jakarta mudik?

Bagi karyawan atau buruh lepas sekalipun, Lebaran akan menjadi momentum yang pas untuk mereka kembali ke kampung bertemudengan sanak saudara. Lebaran atau hari raya Idul Fitri bukan hanya dirasakan bagi umat islam saja tapi hingar-bingarnya sampai dirasakan umat agama lain, karena yang mudik bukan hanya umat islam saja tetapi mereka yang bukan islam juga mudik memanfaatkan libur panjang untuk bertemu keluarga atau hanya sekedar liburan.

Jadi kesimpulannya, asal mula istilah mudik adalah arti lain mulih dilik atau pulang sebentar. Yang merupakan istilah untuk para perantauan yang bekerja di kota besar dan pulang ketika hari raya idul fitri atau Lebaran tiba.

Istilah mudik saat ini tidak hanya berlaku untuk kota penduduk yang pulang dari Jakarta ke kampung halamannya di daerah-daerah jawa. Tapi juga berlaku untuk penduduk kota-kota besar di luar pulau jawa seperti sumatera, kalimantan, sulawesi, dll yang penduduknya pulang saat lebaran ke kampung halaman masing-masing. Bahkan sekarang, fenomena mudik bukan hanya berlaku bagi mereka yang pulang kampung saat hari raya Idul fitri atau lebaran tetapi juga buat mereka yang pulang ke kampung halaman saat hari raya umat agama lain.

Jadi setelah kalian baca artikel di atas kalian udah sah jadi pemudik selamat! Thankyu.

2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *